PantiAsuhan yang di ketuai oleh KH. Ahmad Qusyairi Syafaat,SH,M.Hum. ini bermula dari kegiatan rutin santunan kepada anak-anak yatim 10 Ays Syuro Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Karena dirasa kegiatan tersebut belum cukup, maka pada tanggal 10 April 1990 diresmikan suatu lembaga/yayasan Darul Aitam Darussalam sebagai payung dari panti Theu/Ahmad_kh_19 community on Reddit. Reddit gives you the best of the internet in one place. AhmadQusyairi Syafaat is on Facebook. Join Facebook to connect with Ahmad Qusyairi Syafaat and others you may know. Facebook gives people the power to share and makes the world more open and connected. AhmadHisyam Syafaat, KH. Ahmad Qusyairi Syafaat meninggal dunia setelah sebelumnya beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Blambangan Banyuwangi. KH. Ahmad Qusyairi adalah putra ketiga dari KH. Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Yai Syafa'at Blokagung. Salahsatu contohnya adalah yang dikesankan oleh salah satu putranya, KH. Ahmad Qusyairi (alm.). Dalam sebuah acara pesantren Blokagung (dapat dilihat di sini ), Kiai Mad, begitu biasanya ia dipanggil, menyebutkan beberapa hal yang menjadi "kegiatan" utama Kiai Syafa'at setiap hari, semasa hidupnya. Salah satunya adalah menemui tamu. KyaiHosnan Bringin, Habib Muhdhar Al-Habsy, Habib Alwi Al Habsy, Kyai Ronggo, Kyai Asy'ari dan Kyai Togo, Maulana Ishaq Pacarron, Kyai Syamsul Arifin dan Kyai As'ad Syamsul Arifin Sukorejo, Datuk Abd Rahman, Kyai Muhtar Syafaat Blok Agung dan Kyai Ahmad Qusyairi Glimur. 3. Untuk kawasan Probolinggo, Pasuruan dan Jombang antara lain : Bismillaah Khotmil Qur'an Keluarga Besar SMK Mukhtar Syafa'at Putaran Ke-01, Khotmil & Tawasshul ini ditujukan kepada : Nabi Muhammad SAW Wa 'alaa Alihi wa Sohbihi ajma' iin wa li jamii'il Auliyaa Issholihiin. Almagfurlah KH.MUKHTAR SYAFA'AT dan segenap Keluarga Almaghfurlah KH.AHMAD QUSYAIRI SYAFA'AT BESERTA KELUARGA Pesanbeliau ketika mengisi pengajian di pekalongan jawa tengah.#pp_mukhtar_syafaat_02#santri_blokagung umdvfb. Vous êtes le Dr Khoury Samir ? Créez un compte gratuitement sur notre site web afin de compléter les informations qui figurent sur votre fiche. Ces informations aideront vos patients à en savoir plus sur vous les langues que vous parlez, les divers lieux où vous exercez, vos horaires de travail etc. Compléter mes informations Dahulu, di Banyuwangi, hidup sosok ulama kharismatik bernama KH. Mukhtar Syafa’at. Ia adalah pendiri Pondok Pesantren Darussalam, yang beralamatkan di dusun Blokagung, desa Karangdoro, kecamatan Tegalsari, kabupaten Banyuwangi. Sebagaimana kiai yang memiliki kekhususan dalam keilmuan, Kiai Syafa’at pun demikian. Namanya selalu identik dengan dunia tasawuf, khusunya dengan Ihya’ Ulumiddin, sebuah karya fonumental Imam pesantren yang didirikannya itu, dari dulu hingga kini, kitab Ihya’ Ulumiddin masih dikaji dan dipelajari setiap hari. Semasa hidupnya, Kiai Syafa’at sendiri yang mengajar santrinya. Sekarang teladan itu dilanjutan oleh Kiai Syafa’at dengan Ihya’ Ulumiddin tidak hanya sebatas pembacaan dan pengajaran, namun juga pengamalan. Lewat banyak hal yang dilakukannya, para santri dan setiap orang yang melihatnya akan mengetahui bahwa seperti itulah pengamalan terhadap Ihya’-nya Imam satu contohnya adalah yang dikesankan oleh salah satu putranya, KH. Ahmad Qusyairi alm.. Dalam sebuah acara pesantren Blokagung dapat dilihat di sini, Kiai Mad, begitu biasanya ia dipanggil, menyebutkan beberapa hal yang menjadi “kegiatan” utama Kiai Syafa’at setiap hari, semasa hidupnya. Salah satunya adalah menemui ketika, masih menurut penuturan Kiai Mad, pengurus pesantren membuat peraturan yang membatasi waktu berkunjung tamu ke ndalem Kiai Syafa’at. Hal ini dilandasi oleh pemikiran para pengurus pesantren yang merasa iba terhadap Sang Kiai, mengingat begitu padatnya aktifitasnya, sehingga akan lebih padat lagi jika Kiai harus menerima dan menemui tamu setiap waktu. Peraturan itu ditulis di depan rumah Kiai Syafa’ peraturan itu dengan sengaja “dilanggar” oleh Kiai Syafa’at meski tulisan itu juga dibiarkan begitu saja dengan dalih menghormati keputusan pengurus. Satu waktu, di saat sudah bukan jam bertamu versi pengurus, Kiai masih melihat orang yang akan bertamu. Akhirnya, Kiai Syafa’at meminta agar tamu tersebut masuk rumah lewat pintu samping supaya tidak ketahuan oleh pengurus dan abdi ndalem Kiai. Bahkan tak jarang ada tamu yang datang pada saat larut malam, dan itupun tetap diterima Kiai dengan sangat terbuka. Dalam buku Mbah Kiai Syafa’at Bapak Patriot dan Imam Ghazalinya Tanah Jawa karya Muhammad Fauzinuddin Faiz, disebutkan Kiai Syafa’at tak pernah membeda-bedakan tamu yang datang. Siapa dia, baik dari kalangan pejabat atau bukan, selalu dihormati dengan baik. Hal ini terbukti bahwa setiap tamu yang datang selalu dipersilahkan untuk menikmati makanan terlebih dahulu sebelum melanjutkan lain pihak, sebagai seorang kiai kharismatik, sudah sangat wajar jika banyak orang yang memberikan bantuan kepada kiai, baik harta maupun yang lainnya. Namun, harta yang ia miliki itu tak sedikitpun yang masuk ke dalam hati Kiai Syafa’ sangking dermawannya Kiai Syafa’at, tak jarang uang bisyaroh dari panitia pengajian di mana beliau menjadi penceramahnya, ia berikan kepada orang lain yang dianggapnya sangat membutuhkan. Bahkan, dalam laman resmi pesantren Blokagung disebutkan, dalam hal sedekah itu, Kiai Syafa’at tak pernah menghitung nominalnya. di atas adalah beberapa hal yang saat ini agaknya perlu dicontoh dan diikuti oleh setiap orang zaman now, yakni selalu menghormati, mengutamakan, dan membantu siapa saja, bukan justru menari dan mencari keuntungan di atas penderitaan dan kesengsaraan orang ini 17 Rajab, telah 30 tahun yang lalu Kiai Syafa’at meninggalkan keluarga, santri, para muhibbin, dan kita semua untuk selamanya. Kini, jasadnya memang telah tiada, namun jasa-jasanya akan senantiasa dikenang; nasihatnya akan tetap diingat; dan sosoknya akan terus menjadi teladan bagi siapa saja. Semoga kita bisa mencontohnya. Amin. Untuk Kiai Syafa’at, lahul al-Fatihah…