Volumeproduksi ikan kakap di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 123.827 ton dari sektor perikanan tangkap dan 2.300 ton dari sektor perikanan budidaya. Di setiap daerah, ikan kakap merah dikenal dengan nama tersendiri seperti di Jawa disebut Kellet, Darongan, Bambangan dan di Madura disebut Posepa. Ikanpemangsa (predator) ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubaban tingkat kadar garam lingkungan (eurihalin). Namun, ikan ini dapat pula tumbuh dan hidup di perairan tawar. Oleh karena itu, ikan kakap putih dapat dipelihara, baik di lingkungan air laut, payau maupun tawar. Suhu optimum bagi pertumbuhannya berkisar 27-30 derjat LangkahCara Budidaya Kakap Putih Pemilihan Posisi Budidaya Kakap Putih Tempat budidaya ikan kakap bisa dicoba di kolam, tambak, ataupun di pinggiran tepi laut. Dan perhatikan pula kualitas air sangat berarti dalam bididaya ikan kakap. Ikan kakap ialah ikan tropis, dan pastikan temperatur kolam berkisar antara 27- 32ยฐC. Persiapan Tambak Kakap Putih Kegiatanpembesaran ikan kakap putih dilakukan di Karamba Jaring Apung (KJA) berukuran 3 m x 3 m x 3 m dengan padat penebaran 500 ekor. Ukuran ikan kakap putih yang ditebar yaitu 8-10 cm dengan bobot 100 g. Jadwal pemberian pakan pada kegiatan pembesaran ikan kakap putih yaitu pada pagi hari diberi pakan ikan segar dan pada siang hari diberi jQdCx. Benih kakap putih untuk budidaya diperoleh dari penangkapan di alam dan pembenihan di hatchn. Benih kakap putih tersedia di BBRPBL Gondol-Bali dan BBPBL Lampung. Benih kakap putih juga sudah dapat diproduksi oleh HSRT di Gondol-Bali dan Lampung. Namun demikian, produksi benih belum mampu memenuhi kebutuhan. Karena itu, perbudi daya kakap putih di Riau mendatangkan benih kakap putih dari Malaysia. PEMELIHARAAN KAKAP PUTIH DI TAMBAKPemeliharaan kakap putih untuk menghasilkan ikan konsumsi gr/ekor, membutuhkan waktu yang cukup lama, 10-12 bulan. Oleh karena itu, untuk menjaga mutu air dan kemudahan pengelolaan, maka perlu diterapkan pemeliharaan secara bertahap. Pemeliharaan sistem pentahapan atau biasa disebut sistem modular dilakukan dalam tiga tahap/fase, yaitu tahap pendederan, penggelondongan/pembesaran awal dan pembesaran akhir/ demikian, satu unit tambak pemeliharaan kakap putih mem butuhkan 3-4 petak yang terdiri dari petak pendederan, petak penggelondongan petak pembesaran, dan petak tandon air. Luas ideal petak pemeliharaan adalah petak pendederan 300-400 m2 petak penggelon dongan 500-1000 m2, dan petak pembesaran m2. 1. PendederanPendederan adalah kegiatan memelihara kakap putih dari ukuran 3-4 cm dengan bobot rata-rata 1,2 g atau dari ukuran 5-7 cm dengan bobot 4-8 gr/ekor. Benih kakap putih ukuran tersebut dipelihara hingga mencapai kakap putih muda berukuran 20-30 gr/ekor. Padat penebarannya, yaitu untuk benih ukuran 23 cm ditebar dengan kepadatan 20-30 ekor/m2 sedangkan untuk benih ukuran 5-7 cm ditebar sebanyak 10-20 ekor/ yang ditebar harus sehat. Benih yang sehat biasanya berwarna cerah, lincah aktif, nafsu makan tinggi dan tidak cacat pada sirip, sisik maupun bagian tubuh lain. Sebelum ditebar ke dalam tambak, benih didesinfektan terlebih dahulu agar kondisi benih selalu sehat. Desinfektan dilakukan dengan cara merendam benih ke dalam larutan formalin dosis 15-25 ppm sekitar 1 sendok makan per 250-400 liter air selama 1/2-1 pendederan ikan diberikan pakan berupa ikan rucah minced E, udang jambret atau pelet. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 10-15% dari total bobot badan ikan atau diberikan sampai ikan kenyang ad libitum yang ditandai dengan ikan tidak menyambar lagi makanan. Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore berupa ikan rucah harus dikeluarkan dari duri keras dan dipotong kecil-kecil disesuaikan dengan ukuran mulut ikan. Untuk mengurangi kanibalisme, dasar tambak dilengkapi shelter pelindung yang terbuat dari potongan pipa PVC berukuran besar. Selain sebagai shelter pipa PVC juga berfungsi sebagai tempat persembunyian ikan. Dengan bersembunyinya ikan tersebut, berarti besarnya energi yang diperlukan untuk bergerak akan menurun dan dengan demikian memungkinkan ikan untuk menjadi semakin besar dengan lebih cepat. Sementara itu. ke dalaman air di dalam tambak dipertahankan antara 80-100 cm. Setiap hari dilakukan pergantian air di dalam tambak sebanyak 10-15%.Pendederan dilakukan 2-3 bulan tergantung dari ukuran benih awal yang ditebar. Untuk benih yang saat ditebar berukuran 5-7 cm atau bobot 4-8 gr/ekor setelah dipelihara 3 bulan mencapai ukuran 25-40 gr/ekor bahkan ada yang mencapai 45 gr/ekor. Selanjutnya dilakukan penggelon dongan. 2. PenggelondonganTahap-tahap penggelondongan atau pembesaran awal di tambak tidak berbeda dengan pendederan. Padat penebaran diturunkan sesuai dengan ukuran benih. Benih berukuran 25-40 gr/ekor ditebar ke tambak dengan kepadatan 4-5 ekor/m2. Pemberian pakan 10-15% dari total bobot badan ikan dengan frekuensi 3 kali sehari pagi, siang dan sore hari. Kedalaman air tambak 100 cm. Sedangkan untuk menjaga kualitas air, setiap han dilakukan pergantian air di dalam tambak sebanyak 10-15%. Setelah dipelihara 23 bulan, maka ikan akan mencapai ukuran 50-70 gr/ekor atau mencapai panjang 14-16 cm. Bila ikan diberi pakan berupa ikan rucah, maka perlu diberi tambahan vitamin seminggu sekali yang diberikan bersama pakan. Vitamin yang digunakan adalah Amolovit dengan dosis 1 g/kg pakan dan Probiotik 1-2 co/kg pakan. Sedangkan bila diberi pakan buatan berupa pelet maka kandungan proteinnya antara 43-50%. Kandungan protein tersebut menghasilkan pertumbuhan yang cukup baik. Sebagai ikan karnivora dan pemangsa, kakap putih mempunyai kebiasaan makan dengan cara menyambar pakan yang diberikan. Setelah kenyang. pakan yang ditebar tidak lagi disambar. Pada kondisi ini pemberian pakan dihentikan untuk mencegah kelebihan pakan sehingga penurunan kualitas air akibat pembusukan kelebihan pakan dapat dihindari. Kakap putih juga mempunyai naluri menunggu pakan yang akan diberikan pada waktu pemberian pakan. Kondisi ini dengan terlihat adanya kakap putih yang muncul ke permukaan pada jam pemberian pakan. Oleh karena itu pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama setiap hari. Hal ini akan memudahkan pendugaan terhadap jumlah populasi maupun kebiasaan ikan itu sendiri. 3. PembesaranPembesaran dilakukan untuk menghasilkan kakap putih ukuran konsumsi. gr/ekor. Lama waktu pembesaran antara 6-7 bulan. Padat penebaran diturunkan cukup 1-2 ekor/m2 untuk benih berukuran 50-70 gr/ekor atau mencapai panjang 14-16 cm. Untuk tambak yang dikelola secara intensif padat penebaran dapat ditingkatkan hingga 4-5 ekor/m2 atau ekor/ pembesaran kakap putih diberikan pakan berupa ikan rucah atau pelet sebanyak 4-10% dari total bobot badan ikan dengan frekuensi 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Walaupun demikian pemberian pakan harus selalu mengamati kondisi makan ikan bila ikan telah berhenti menyambar makanan berarti ikan telah kenyang, dan pemberian pakan dihentikan. Dalam tahap pembesaran ini, bila ikan budi daya diberi pakan ikan rucah, maka dapat ditambahkan vitamin yang diberikan seminggu sekali dengan cara dicampurkan pada pakan. Kedalaman air tambak 100-150 cm. Setiap hari dilakukan pergantian air di dalam tambak sebanyak 10 15%.Pada tahap pembesaran dapat dilakukan penebaran campuran polikultur dengan ikan nila Oreochromis nilotica atau mujair O mossambica. Namun, penebaran nila atau mujair bukan dimaksudkan untuk memproduksi ikan konsumsi, melainkan sebagai pakan kakap putih. Mujair dan nila dikenal sebagai ikan tukang kawin, sehingga dengan cepat bernakpinak di dalam tambak. Sebelum benih kakap ditebar, terlebih dahulu ditebar ikan nila atau mujair dewasa dengan kepadatan ekor/ha jantan dan betina. Kakap putih ukuran gelondongan ditebar 1 bulan kemudian setelah di dalam tambak terlihat banyak anak ikan nila atau mujair. Ikan kakap akan memangsa nila dan mujair di dalam tambak sebagai pakan. Bila tambak ditebari nila atau mujair, maka sekitar 2 bulan kakap putih tidak perlu diberikan pakan. Pada bulan ke-3 atau bila di dalam tambak jumlah ikan nila atau mujair sudah sedikit pemberian pakan dapat dilakukan. 404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException ยป [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /Money/cara-membuat-lamaran-kerja-di-perusahaan-tambang-ppo048hb" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text Apakah Anda ingin memelihara ikan kakap putih sebagai bisnis budidaya? Bila iya, Anda bisa mempelajari panduan cara budidaya ikan kakap putih di artikel ini. Simak artikel ini hingga akhir. Ikan Kakap Putih Indonesia punya potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha / bisnis budidaya ikan. Namun usaha pemeliharaan ikan kakap putih Lates calcalifer, Bloch belum banyak berkembang. Sedangkan di beberapa negara usaha budidaya ikan kakap dalam jaring apung floating net cage di laut telah berkembang. Seperti negara Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ikan Kakap Putih atau lebih dikenal dengan nama seabass / Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis. Baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri ataupun luar negeri ekspor. Sebagian besar produksi ikan kakap di Indonesia masih dihasilkan dari penangkapan di laut. Dan hanya beberapa saja di antarannya yang sudah dihasilkan dari usaha pemeliharaan budidaya. Selama ini ada berbagai hal yang menghambat perkembangan usaha budidaya ikan kakap putih di Indonesia. Salah satunya adalah masih sulitnya pengadaan benih secara kontinyu dalam jumlah yang cukup. Untuk mengatasi masalah benih ikan kakap, Balai Budidaya Laut Lampung bekerja sama dengan FAO/UNDP. Kerjasama tersebut melalui Seafarming Development Project INS/81/008 dalam upaya untuk memproduksi benih kakap putih secara massal. Pada bulan April 1987 kakap putih telah berhasil dipijahkan dengan rangsangan hormone. Tapi demikian belum diikuti dengan kesuksesan dalam pemeliharaan larva. Baru pada awal 1989 kakap putih dengan sukses sudah bisa dipelihara larvanya secara massal di hatchery Balai Budidaya Lampung. Dalam upaya pengembangan budidaya ikan kakap putih di Indonesia, sudah dikeluarkan paket caranya. Yaitu Paket Teknologi Budidaya Kakap Putih di Karamba Jaring Apung. Paket tersebut melalui rekomendasi Ditjen Perikanan No. IK. 330/D2. 10876/93K. Kemudian dilanjutkan dengan Pembuatan Petunjuk Teknis Paket Teknologi. Jenis Ikan Kakap Ikan kakap putih merupakan ikan yang memiliki toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam Euryhaline. Ikan ini juga merupakan ikan katadromous yaitu ikan yang dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut. Karena sifat-sifat itulah sehingga ikan kakap putih bisa dibudidayakan di laut, tambak ataupun air tawar. Pada beberapa daerah yang ada di Indonesia, ikan kakap putih memiliki berbagai nama seperti pelak, petakan, cabek, cabik di Jawa Tengah dan Jawa Timur dubit tekong di Madura talungtar, pica-pica, kaca-kaca di Sulawesi Ikan kakap putih masuk dalam keluarga atau famili Centroponidae. Untuk taksonomi secara lengkap dari ikan kakap putih yaitu sebagai berikut Phillum Chordata Sub phillum Vertebrata Klas Pisces Subclas Teleostei Ordo Percomorphi Famili Centroponidae Genus Lates Species Lates calcarifer Block Ciri-ciri morfologis antara lain adalah Badan memanjang dan gepeng Batang sirip ekor lebar Warna Pada waktu masih anakan / burayak usia 1 โ€“ 3 bulan warnanya gelap Setelah jadi gelondongan usia 3 โ€“ 5 bulan warnanya terang dengan bagian punggung berwarna coklat kebiru-biruan Selanjutnya akan berubah jadi keabu-abuan dengan sirip berwarna abu-abu gelap Matanya berwarna merah cemerlang Mulut lebar dan sedikit serong dengan geligi halus Bagian atas penutup insang ada lubang kuping bergerigi Sirip punggung berjari-jari keras 3 lemah 7 โ€“ 8 Bentuk sirip ekor bulat Pemilihan Lokasi Budidaya Sebelum menjalankan aktivitas budidaya / pemeliharaan dilakukan lebih dulu diadakan pemilihan lokasi. Karena pemilihan lokasi yang tepat akan menentukan kesuksesan usaha budidaya ikan kakap putih. Secara umum lokasi yang baik untuk usaha budidaya kakap putih di laut yaitu daerah perairan teluk, lagoon, dan perairan pantai yang letaknya ada di antara 2 pulau selat. Berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk lokasi budidaya ikan kakap putih di laut yaitu Perairan yang terlindung dari angin dan gelombang baikitu di pantai atau laut Kedalaman air yang baik untuk perkembangan ikan kakap putih yaitu berkisar antara 5 โ€“ 7 meter Pergerakan air yang memiliki kecepatan arus 20 โ€“ 40 cm/detik Kandungan dalam air Kadar garam 27 โ€“ 32 ppt Suhu air 28 โ€“ 30 oC Oksigen terlarut 7 โ€“ 8 ppm Benih ikan kakap putih mudah didapat Bebas dari pencemaran Mudah dijangkau Tenaga kerja cukup tersedia dan terampil Panduan Pemeliharaan Ikan Kakap Putih Berikut panduan teknis budidaya ikan kakap putih yang perlu Anda ketahui bila ingin menjalankan bisnis budidaya A. Sarana dan Prasarana Budidaya Untuk sarana dan prasarana atau alat budidaya ikan kakap putih yaitu sebagai berikut a. Sarana dan Alat Pemeliharaan ikan kakap di laut biasanya dilakukan di dalam keramba jaring apung floating net cage. Budidaya ikan kakap putih ini dilakukan dengan metoda operasional secara mono kultur. Secara garis besar floating net cage terdiri dari beberapa bagian yakni 1. Jaring Jaring dengan spesifikasi Bahan Jaring PE 210 D/18 ukuran lebar mata 1 โ€“ 1,25โ€. Hal ini untuk menjaga jangan sampai ada ikan budidaya yang lolos keluar. Ukuran 3 x 3 x 3 meter m. 1 Unit Pembesaran 6 jaring terdiri dari 4 terpasang dan 2 jaring cadangan. 2. Kerangka / Rakit Kerangkan berfungsi sebagai tempat peletakan kurungan, dengan spesifikasi Bahan bambu atau kayu. Ukuran 8 x 8 meter m. 3. Pelampung Pelampung berfungsi untuk mengapungkan seluruh sarana atau barang lain yang dibutuhkan untuk kepentingan budidaya / pengelolaan. Untuk spesifikasinya yaitu Jenis drum volume 120 liter. Jumlah 9 buah. 4. Jangkar Jangkar berguna supaya seluruh sarana budidaya tak bergeser dari tempatnya karena pengaruh angina atau gelombang. Untuk spesifikasinya yaitu Jenis yang digunakan besi atau beton sebesar 40 kg. Jumlah 4 buah. Panjang tali minimal 1,5 kali. 5. Sarana dan prasarana lainnya Ukuran benih yang akan dibudidaya yaitu 50 โ€“ 75 gr/ekor. Pakan yang dipakai yaitu ikan rucah. Perahu yakni jukung. Peralatan lain seperti ember, serok ikan, keranjang, gunting, b. Konstruksi Wadah Pemeliharaan Perakitan karamba jaring untuk budidaya ikan kakap putih bisa dilakukan di darat. Dengan lebih dulu dilakukan pembuatan kerangka rakit sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Kerangka ditempatkan di lokasi yang sudah direntukan. Dan supaya tetap pada tempatnya tak terbawa arus diberi jangkar sebanyak 4 buah. Jaring apung yang sudah dibuat berbentuk bujur sangkar pada kerangka rakit dengan cara mengikat keempat sudut kerangka. Untuk membuat jaring supaya berbentuk bujur sangkar, maka pada sudut bagian bawah jaring diberi pemberat. Untuk mengikat bambu atau kayu dengan mudah bisa dilihat pada gambar atas. B. Operasional Budidaya Sedangkan untuk operasional budidaya ikan kakap putih yaitu sebagai berikut a. Metode Pemeliharaan Benih ikan untuk budidaya ikan kakap putih yang sudah mencapai ukuran 50 โ€“ 70 gram/ekor dari hasil pendederan atau hatchery. Kemudian benih ikan dipelihara dalam kurungan yang sudah disiapkan. Penebaran benih ke dalam karamba atau jaring apung dilakukan pada kegiatan sore hari dengan adaptasi lebih dulu. Padat penebaran yang ditetapkan yaitu 50 ekor/m3 volume air. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan takaran pakan 8 โ€“ 10% botol total badan perhari. Jenis pakan yang diberikan yaitu ikan rucah atau trash fish. Konversi pakan yang dipakai adalah 61. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging dibutuhkan pakan 6 kg. Selama periode pemeliharan yakni 5 โ€“ 6 bulan, dilakukan pembersihan kotoran yang menempel pada jarring. Kotoran ini bisa disebabkan oleh teritif, algae, kerang-kerangan dll. Penempelan organisme tersebut sangat mengganggu pertukaran air dan mengakibatkan kurungan bertambah berat. Pembersihan kotoran ikan dilakukan secara periodik paling sedikit 1 bulan sekali secara berkala. Atau bisa juga dengan sistem lain bergantung pada banyak sedikitnya organisme yang menempel. Penempelan oleh algae bisa ditanggulangi dengan memasukkan beberapa ekor ikan herbivora seperti Siganus sp. ke dalam kurungan. Hal ini agar dapat memakan algae tersebut. Pembersihan kurungan bisa Anda lakukan dengan cara menyikat, menyemprot dengan air bertekanan tinggi. Selain pengelolaan terhadap sarana budidaya, pengelolaan terhadap ikan peliharaan pun termasuk kegiatan pemeliharaan yang perlu dilakukan. Setiap hari Anda lakukan pengontrolan terhadap ikan peliharaan dalam waktu tertentu secara berkala. Hal tersebut untuk menghindari sifat kanibalisme, kerusakan fisik pada ikan, dll. Selain itu untuk menghindari terjadinya pertumbuhan yang tak seragam. Karena adanya persaingan dalam memperoleh makanan. Penggolongan ukuran atau grading harus dilakukan jika dari hasil pengontrolan terlihat ukuran ikan yang tak seragam. Dalam melakukan pengontrolan, Anda perlu menghindari terjadinya stress pada ikan. b. Panen Ikan Kakap Putih Lama pemeliharan dalam budidaya ikan kakap putih diperlukan waktu 5 โ€“ 6 bulan. Waktu tersebut dibutuhkan mulai dari awal penebaran sampai mencapai ukuran ยฑ500 gram/ekor. Dengan tingkat kelulusan hidup / survival rate sebesar 90% akan didapat produksi sebesar kg/unit/periode budidaya. Pemanenan budidaya ikan ini dilakukan dengan cara mengangkat jaring keluar rakit. Lalu dilakukan penyerokan. c. Penyakit Ikan Kakap Putih Publikasi mengenai penyakit yang menyerang budidaya ikan kakap putih belum banyak dijumpai. Ikan kakap putih ini termasuk di antara beberapa jenis ikan teleostei. Namun ikan jenis ini sering kali diserang oleh virus, bakteri dan jamur. Beberapa gejala ikan yang terserang penyakit antara lain kurang nafsu makan, kelainan tingkah laku, kelainan bentuk tubuh, dll. Tindakan yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi penyakit dari ikan budidaya ini yaitu Menghentikan pemberian pakan terhadap ikan yang terkena penyakit lalu menggantinya dengan jenis yang lain. Memisahkan ikan yang terserang penyakit kemudian mengurangi kepadatan Memberikan obat untuk ikan yang terserang penyakit sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Analisa Usaha Budidaya Ikan Kakap Putih Berikut contoh analisa atau perhitungan usaha budidaya ikan kakap putih dalam waktu 1 tahun 2 periode budidaya Biaya Investasi Karamba jaring apung 1 unit Rp Perahu jukung 1 unit Rp Peralatan budidaya Rp Jumlah biaya investasi Rp Biaya Operasional Benih 2 x ekor x Rp 200 Rp Pakan 2 x kg x Rp 250 Rp Tenaga kerja 2 orang x 1 x 6 buah x Rp Rp Jumlah biaya operasional Rp Jumlah biaya Rp Pendapatan 2 x kg x Rp Rp Laba Sebelum Penyusutan Selisih pendapatan dan biaya total Rp Setelah Penyusutan Rp Catatan Penyusutan 50% x Rp = Rp Harga yang dipakai ini berdasarkan tahun 1992/1993 di Lampung Perhitungan tidak menggunakan dana dari bank Demikian informasi terkait dengan Cara Budidaya Ikan Kakap Putih paling mudah bagi Pemula, semoga post ini membantu Anda. Tolong postingan panduan budidaya ikan laut ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat. Referensi Menjadi Pengusaha Agribisnis Sukses